For the Millennial and Gen Z crowd in Jakarta, Surabaya, or Bandung, Dilwale might not be SRK’s best film (critically speaking), but the dubbing Indonesia version turned it into a comforting Sunday watch. It removes the language barrier and lets the music—especially Gerua (which they call "Cinta Terlarang" or "Forbidden Love")—shine through the visuals.
Title: Dilwale versi Dubbing Indonesia resmi rilis — ada yang sudah nonton?
Body:
Halo Bollywood lovers! Akhirnya film Dilwale (2015) dibawakan dalam full dubbing Bahasa Indonesia resmi. Bukan subtitle, tapi suara lokal untuk semua karakter utama. Dilwale Dubbing Indonesia
Menurut saya:
✅ Dubbingnya lumayan natural, apalagi bagian komedi ala Varun Dhawan & Kriti Sanon.
✅ Adegan emosional SRK-Kajol masih terasa, meskipun ekspresi asli mereka tetap dominan.
❌ Sayangnya lagu-lagu tetap pakai Hindi (tapi subtitle Indo).
Mungkin cocok buat:
Ada yang udah coba? Share pendapat kalian!
| Film | Kualitas Dubbing | Popularitas di Indonesia | | :--- | :--- | :--- | | Dilwale | Standar, menghibur | Sangat Tinggi | | Chennai Express | Kurang natural, terlalu kaku | Sedang | | Happy New Year | Bagus, banyak adaptasi lokal | Tinggi | | PK | Sangat Bagus, ekspresif | Sangat Tinggi | | Dangal | Biasa saja, terlalu serius | Sedang | For the Millennial and Gen Z crowd in
Dilwale unggul karena perpaduan genre aksi, komedi, dan romansa yang ringan, membuatnya cocok untuk dubbing.
Dilwale (2015), starring Shah Rukh Khan, Kajol, Varun Dhawan, and Kriti Sanon, was dubbed into Bahasa Indonesia to cater to the large Indonesian audience that consumes Bollywood content. Indonesia has a historic affinity for Hindi films, with dubbing being a key strategy to reach non-English speaking, mainstream viewers. The Indonesian dub of Dilwale aimed to replicate the film’s emotional, comedic, and action-driven tone while adapting cultural references. Ada yang udah coba
| Aspect | Information | |--------|-------------| | Original Film | Dilwale (2015), Dir. Rohit Shetty | | Dubbing Language | Bahasa Indonesia (formal & colloquial mix) | | Target Audience | General Indonesian audience (ages 15–50) | | Key Adaptation Needs | Romantic dialogues, comedy (especially Johnny Lever’s scenes), action punchlines | | Notable Voice Actors | Local Jakarta-based dubbing studios (exact cast often uncredited; major studios include Ideal Picture or PT. Aquarius for Bollywood dubs) |