| App Name | Tag After School |
| Version | 9.8 |
| File Size | 93 MB |
| Package ID | msh.com |
| Category | Arcade |
| Last Updated | February 24, 2024 |
Step into Shota-Kun’s shoes, a shy student on a dare to explore a creepy school after dark. Strange encounters and mysteries await at every turn.
Your decisions shape the story. Choose wisely to unlock different paths and endings.
Move through the school carefully. Dodge ghosts and other dangers while managing your limited flashlight battery.
Stunning HD graphics bring the eerie atmosphere to life, making every moment feel real.
Simple controls ensure anyone can pick it up and dive in without hassle.
The story shifts with your choices. It offers multiple endings to discover and making each playthrough unique.
Membuat contoh surat perjanjian commitment fee yang benar adalah investasi perlindungan hukum yang murah namun sangat strategis. Dengan dokumen ini, kreditur memiliki hak menagih atas kesiapan dananya, sementara debitur terlindungi dari klaim sepihak. Pastikan setiap angka, persentase, dan tanggal diisi dengan akurat, serta jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional hukum atau notaris sebelum menandatangani, terutama jika nilai fasilitas kredit melebihi Rp5 Miliar.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan opini hukum formal. Selalu sesuaikan dengan peraturan OJK terbaru dan kondisi spesifik transaksi Anda.
Berikut adalah contoh Surat Perjanjian Commitment Fee yang umum digunakan untuk mengikat komitmen antara pemberi referensi (mediator) dan pihak yang membayar fee dalam sebuah transaksi bisnis. SURAT PERJANJIAN PEMBERIAN COMMITMENT FEE
Pada hari ini, [Hari], [Tanggal/Bulan/Tahun], kami yang bertanda tangan di bawah ini:
[Nama Lengkap Pihak 1]No. KTP: [Nomor KTP]Alamat: [Alamat Lengkap]Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri/perusahaan, yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA (Pemberi Fee).
[Nama Lengkap Pihak 2]No. KTP: [Nomor KTP]Alamat: [Alamat Lengkap]Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri/perusahaan, yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA (Penerima Fee).
Kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan perjanjian mengenai pemberian commitment fee dengan ketentuan sebagai berikut:
Pasal 1: Objek TransaksiPihak Pertama setuju memberikan imbalan jasa (commitment fee) kepada Pihak Kedua atas jasa mediasi/referensi dalam transaksi [Sebutkan Jenis Transaksi, misal: Jual Beli Tanah/Proyek Pengadaan] terhadap [Nama Objek/Perusahaan] dengan nilai transaksi sebesar Rp [Nilai Total].
Pasal 2: Besaran FeePihak Pertama akan memberikan commitment fee kepada Pihak Kedua sebesar [Persentase]% dari nilai transaksi atau senilai Rp [Jumlah Nominal].
Pasal 3: Tata Cara PembayaranPembayaran akan dilakukan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua segera setelah Pihak Pertama menerima pembayaran dari pihak pembeli/pemberi kerja, melalui transfer ke rekening berikut: Nama Bank: [Nama Bank] Nomor Rekening: [Nomor Rekening] Atas Nama: [Nama Pemilik Rekening]
Pasal 4: KerahasiaanKedua belah pihak wajib menjaga kerahasiaan isi perjanjian ini dari pihak luar mana pun tanpa persetujuan tertulis dari pihak lainnya.
Pasal 5: PenutupDemikian surat perjanjian ini dibuat dalam 2 (dua) rangkap bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama, ditandatangani secara sadar tanpa paksaan dari pihak mana pun. [Kota], [Tanggal] PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA (Meterai 10.000) (Nama Jelas) (Nama Jelas) Hal Penting dalam Commitment Fee
Definisi: Merupakan komisi atau biaya komitmen yang dibayarkan kepada pihak yang membantu terlaksananya suatu kontrak atau pinjaman.
Legalitas: Pastikan mencantumkan nomor KTP dan alamat yang jelas sesuai identitas resmi.
Pajak: Jika transaksi bernilai besar, diskusikan apakah fee tersebut sudah termasuk pajak penghasilan (PPh) atau belum.
Apakah Anda memerlukan draf yang lebih spesifik untuk jenis proyek konstruksi atau jual beli properti? Commitment fee - Practical Law - Thomson Reuters
Surat Perjanjian Commitment Fee (a commitment fee agreement) is a legal document used to guarantee that a party will pay a specific fee in exchange for a service, a loan facility, or a business deal. In Indonesia, these are commonly used in brokerage deals, credit facilities, or project procurement.
Here is some interesting and essential content related to these agreements: 1. What a Commitment Fee Actually Represents
While many think of it as a "down payment," it is technically a fee paid to a lender or service provider for keeping a credit line or a business opportunity open.
For Loans: It is calculated based on the undrawn portion of a loan.
For Business Intermediaries: It often acts as a success fee or "tanda jadi" for brokers who have successfully connected two parties.
Cost Expectation: In financial lending, these fees typically range from 1% to 2% of the total value. 2. Crucial Clauses to Include
An effective "Surat Perjanjian Commitment Fee" should go beyond just the amount. According to legal standards found on platforms like Practical Law, it must include:
The Trigger Event: Clear definition of when the fee becomes payable (e.g., upon signing of the main contract or upon the first disbursement of funds).
Calculation Method: Whether it is a flat fee or a percentage of the total transaction.
Validity Period: How long the commitment lasts before the offer expires.
Refundability: A critical point—most commitment fees are non-refundable, even if the deal eventually falls through. 3. Usage Beyond Corporate Finance
Commitment fees aren't just for multi-million dollar deals. You can find them in:
Education: Colleges often require a "commitment fee" (enrollment deposit) to reserve a student's spot for the upcoming semester.
Real Estate: Used to ensure a buyer doesn't back out while the seller takes the property off the market. 4. Legal Templates and Resources
If you are looking for specific Indonesian templates, several document repositories provide drafts:
General Templates: Sites like Contoh Surat Perjanjian offer downloadable versions for various business contexts.
Financial Context: For a more formal lending perspective, Investopedia explains how these fees impact credit lines and mortgage closing costs. Expenses - Scripps College Catalog
Judul: Contoh Surat Perjanjian Commitment Fee: Pengertian, Manfaat, dan Cara Membuatnya
Intro: Dalam dunia bisnis, khususnya dalam transaksi keuangan dan investasi, istilah "commitment fee" sering kali muncul. Commitment fee adalah biaya yang dikenakan kepada peminjam atau investor karena telah menerima komitmen dari pemberi pinjaman atau investor untuk menyediakan dana dalam jumlah tertentu, meskipun dana tersebut belum dicairkan. Untuk memastikan kesepakatan dan komitmen antara kedua belah pihak, sebuah surat perjanjian commitment fee dibuat. Artikel ini akan membahas contoh surat perjanjian commitment fee, serta memberikan panduan tentang cara membuatnya.
Apa itu Commitment Fee? Commitment fee adalah biaya yang dibayarkan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman sebagai tanda terima kasih atau kompensasi karena pemberi pinjaman telah mengikatkan diri untuk menyediakan dana yang dibutuhkan oleh peminjam. Biaya ini biasanya dinyatakan dalam persentase dari jumlah dana yang dikomitmenkan.
Manfaat Surat Perjanjian Commitment Fee: Surat perjanjian commitment fee memiliki beberapa manfaat, antara lain:
Contoh Surat Perjanjian Commitment Fee:
SURAT PERJANJIAN COMMITMENT FEE
Nomor: [Nomor Surat]
Tanggal: [Tanggal Surat]
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Telah sepakat untuk melakukan transaksi dengan ketentuan sebagai berikut:
Pasal 1: Definisi
Pasal 2: Komitmen
Pemberi Pinjaman berkomitmen untuk menyediakan dana sebesar Rp [Jumlah Dana] kepada Peminjam.
Pasal 3: Commitment Fee
Peminjam akan membayar commitment fee sebesar [Persentase]% dari Jumlah Komitmen, yaitu sebesar Rp [Jumlah Commitment Fee].
Pasal 4: Pembayaran
Pembayaran commitment fee akan dilakukan oleh Peminjam dalam waktu [Waktu Pembayaran] hari kerja setelah penandatanganan surat perjanjian ini.
Pasal 5: Ketentuan Lain
[Isi ketentuan lain jika ada.]
Pasal 6: Penutup
Surat perjanjian ini dibuat dalam dua rangkap dan ditandatangani pada hari dan tanggal yang sama.
Demikian surat perjanjian ini dibuat dengan sebenar-benarnya.
Tanda Tangan:
Peminjam,
[Nama Peminjam]
Pemberi Pinjaman,
[Nama Pemberi Pinjaman]
Cara Membuat Surat Perjanjian Commitment Fee:
Dengan memahami konsep commitment fee dan contoh surat perjanjian commitment fee, diharapkan Anda dapat membuat kesepakatan yang jelas dan mengikat antara peminjam dan pemberi pinjaman. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan ahli hukum sebelum menandatangani atau membuat perjanjian.
Contoh Surat Perjanjian Commitment Fee: Pengertian, Manfaat, dan Cara Membuatnya
Dalam dunia bisnis, khususnya dalam transaksi keuangan, sering kali kita mendengar istilah "commitment fee" atau biaya komitmen. Biaya ini merupakan salah satu komponen penting dalam perjanjian keuangan antara dua belah pihak, yaitu pemberi pinjaman (kreditor) dan penerima pinjaman (debitur). Pada artikel ini, kita akan membahas tentang contoh surat perjanjian commitment fee, pengertian, manfaat, dan cara membuatnya.
Pengertian Commitment Fee
Commitment fee adalah biaya yang dibayarkan oleh debitur kepada kreditor sebagai kompensasi atas kesediaan kreditor untuk menyediakan dana pinjaman sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Biaya ini biasanya dikenakan pada saat perjanjian pinjaman ditandatangani dan merupakan salah satu syarat bagi kreditor untuk menyediakan dana pinjaman.
Manfaat Commitment Fee
Commitment fee memiliki beberapa manfaat bagi kedua belah pihak, yaitu:
Contoh Surat Perjanjian Commitment Fee
Berikut adalah contoh surat perjanjian commitment fee:
SURAT PERJANJIAN COMMITMENT FEE
Nomor: [nomor surat]
Pada hari ini, [tanggal], kami yang bertanda tangan di bawah ini:
[Nama dan jabatan kreditor], selaku [jabatan] dari [nama perusahaan kreditor], dengan alamat di [alamat perusahaan kreditor] (yang selanjutnya disebut sebagai "Kreditor");
[Nama dan jabatan debitur], selaku [jabatan] dari [nama perusahaan debitur], dengan alamat di [alamat perusahaan debitur] (yang selanjutnya disebut sebagai "Debitur");
Telah sepakat untuk membuat perjanjian commitment fee sebagai berikut:
Pasal 1: Definisi
Pasal 2: Commitment Fee
Pasal 3: Ketentuan Lain
Pasal 4: Penutup
Demikian surat perjanjian commitment fee ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal dan tempat sebagaimana tersebut di atas.
[Tanda tangan kreditor]
[Tanda tangan debitur]
Cara Membuat Surat Perjanjian Commitment Fee
Berikut adalah cara membuat surat perjanjian commitment fee:
Dengan demikian, Anda telah memiliki contoh surat perjanjian commitment fee yang dapat digunakan sebagai referensi dalam membuat perjanjian keuangan. Pastikan Anda untuk memahami ketentuan dan pasal-pasal yang terkait dalam perjanjian tersebut.
SURAT PERJANJIAN COMMITMENT FEE
Nomor: [001/CF/XX/2024]
Pada hari ini, [Tanggal, misal: 10 Oktober 2024] , kami yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Pihak Pertama (Pemberi Komitmen/Kreditur):
Nama : [Nama Perusahaan atau Bank]
Alamat : [Alamat lengkap]
Jabatan : [Direktur Utama/Manajer]
Bertindak untuk dan atas nama : [Nama Perusahaan/Bank]
Selanjutnya disebut sebagai “PIHAK PERTAMA”
2. Pihak Kedua (Penerima Komitmen/Debitur):
Nama : [Nama Perusahaan atau Individu]
Alamat : [Alamat lengkap]
Jabatan : [Direktur/Pemilik]
Bertindak untuk dan atas nama : [Nama Perusahaan/Perorangan]
Selanjutnya disebut sebagai “PIHAK KEDUA”
Para pihak sepakat mengikatkan diri dalam perjanjian commitment fee dengan ketentuan sebagai berikut:
Below is a standard draft. Note: Items in brackets [...] should be adjusted according to the actual transaction.
SURAT PERJANJIAN KOMITMEN DANA (COMMITMENT FEE AGREEMENT)
Nomor: [Number of Agreement]
Pada hari ini, [Day], tanggal [Date] (dengan huruf), bertempat di [City], telah diadakan perjanjian komitmen dana (selanjutnya disebut “Perjanjian”) antara:
PIHAK PERTAMA:
Nama : [Full Name]
Jabatan : [Position, e.g., Director]
Alamat : [Office Address]
Bertindak untuk dan atas nama : [Company Name]
(Selanjutnya disebut “Pemberi Komitmen”)
PIHAK KEDUA:
Nama : [Full Name]
Jabatan : [Position]
Alamat : [Office Address]
Bertindak untuk dan atas nama : [Company Name]
(Selanjutnya disebut “Penerima Komitmen”)
Para Pihak sepakat untuk mengadakan perjanjian sebagai berikut:
PASAL 1 OBJEK PERJANJIAN
1.1. Pemberi Komitmen berjanji untuk menyediakan dana investasi/pinjaman sebesar Rp [Amount in Numbers] (terbilang: [Amount in Words]) kepada Penerima Komitmen (selanjutnya disebut “Komitmen Dana”).
1.2. Komitmen Dana ini disediakan untuk tujuan [Purpose, e.g., Project Construction/Working Capital].
PASAL 2 BIAYA KOMITMEN (COMMITMENT FEE)
2.1. Sebagai imbalan atas ketersediaan Komitmen Dana tersebut di atas, Penerima Komitmen wajib membayarkan Biaya Komitmen kepada Pemberi Komitmen.
2.2. Besarnya Biaya Komitmen adalah sebesar [Percentage]% dari total nilai Komitmen Dana, yang mana jumlahnya adalah Rp [Fee Amount].
2.3. Biaya Komitmen sebagaimana dimaksud pada ayat 2.2 di atas telah diterima oleh Pemberi Komitmen pada saat penandatanganan Perjanjian ini (dibayar di muka) dan tidak dapat diminta kembali (non-refundable) dengan alasan apapun.
PASAL 3 JANGKA WAKTU KOMITMEN
3.1. Komitmen Dana ini berlaku selama [Number] (terbilang) bulan sejak tanggal penandatanganan Perjanjian ini hingga tanggal [Expiration Date].
3.2. Apabila setelah jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat 3.1 berakhir dan Penerima Komitmen tidak melakukan penarikan dana, maka Perjanjian ini batal demi hukum dan Biaya Komitmen dianggap hangus.
PASAL 4 PENARIKAN DANA (DRAWDOWN)
4.1. Penerima Komitmen berhak menarik sebagian atau seluruh Komitmen Dana dengan memberikan pemberitahuan tertulis kepada Pemberi Komitmen paling lambat [Number] hari kerja sebelum tanggal penarikan.
4.2. Penarikan dana hanya dapat dilakukan apabila Penerima Komitmen telah memenuhi seluruh persyaratan yang disepakati dalam Perjanjian ini dan/atau dokumen pendukung lainnya.
PASAL 5 KEWAJIBAN PENERIMA KOMITMEN
5.1. Penerima Komitmen wajib menggunakan dana sesuai dengan tujuan yang telah disepakati dalam Pasal 1.
5.2. Penerima Komitmen wajib memberikan akses dan informasi yang diperlukan kepada Pemberi Komitmen terkait progress penggunaan dana.
PASAL 6 PENYELESAIAN SENGKETA
6.1. Segala perselisihan yang timbul dari pelaksanaan Perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah mufakat oleh Para Pihak.
6.2. Apabila musyawarah tidak mencapai kesepakatan dalam jangka waktu [Number] hari, maka penyelesaian akan dilakukan melalui Pengadilan Negeri [City].
PASAL 7 PENUTUP
Perjanjian ini dibuat dalam 2 (dua) rangkap bermaterai cukup, masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama. Tanda tangan Para Pihak di bawah ini menandakan persetujuan atas seluruh isi Perjanjian ini.
PIHAK PERTAMA,
Materai [Amount]
(Signature & Stamp)
Nama: [Name]
PIHAK KEDUA,
Materai [Amount]
(Signature & Stamp)
Nama: [Name]
Sebuah surat perjanjian yang baik harus memenuhi syarat sahnya perjanjian sesuai Pasal 1320 KUH Perdata, yaitu:
Secara spesifik, struktur dokumen harus mencakup:
| Klausul | Deskripsi | | :--- | :--- | | Identitas Pihak | Nama lengkap, jabatan, alamat, dan domisili hukum PT atau perorangan. | | Nominal & Cara Hitung | Persentase fee per tahun, periode perhitungan (harian/bulanan), dan plafon yang menjadi dasar hitungan. | | Jangka Waktu Komitmen | Periode sejak penandatanganan Perjanjian Kredit hingga drawdown date terakhir. | | Mekanisme Pembayaran | Apakah dibayar upfront, bulanan, atau pada saat drawdown pertama. | | Sanksi (Default Interest) | Denda jika debitur terlambat membayar commitment fee. | | Force Majeure | Keadaan memaksa yang membebaskan kewajiban. | | Penyelesaian Sengketa | Pilihan domisili hukum (Pengadilan Negeri atau Arbitrase). |
Commitment fee adalah biaya yang dibayarkan oleh pihak peminjam atau klien kepada pihak penyedia fasilitas (mis. bank atau investor) sebagai kompensasi atas ketersediaan dana atau fasilitas kredit selama periode tertentu, meskipun fasilitas itu belum sepenuhnya dipakai.
Tidak semua commitment fee memerlukan perjanjian terpisah. Anda cukup membuat perjanjian berdiri sendiri (seperti contoh di atas) jika:
Jika commitment fee hanya klausul kecil dalam perjanjian kredit, maka cukup dimasukkan sebagai satu pasal di dalam Perjanjian Kredit utama.
Segala perselisihan diselesaikan secara musyawarah, dan jika tidak tercapai, melalui Pengadilan Negeri [Kota].
Demikian perjanjian ini dibuat dengan sadar dan tanpa paksaan, serta ditandatangani di [Tempat].
| PIHAK KEDUA | PIHAK PERTAMA | |---|---| | (Materai Rp10.000) | (Materai Rp10.000) | | _________________ | _________________ | | [Nama Terang] | [Nama Terang] | | Jabatan | Jabatan |
Note: This is a template. Please consult a notary or legal professional to ensure compliance with Indonesian contract law (KUH Perdata) and to fit your specific transaction. contoh surat perjanjian commitment fee
Surat Perjanjian Komitmen Fee (Commitment Fee Agreement) is a legally binding document used in Indonesia to guarantee payment to a third party—usually a mediator or broker—for their role in facilitating a business transaction.
A thorough review of common templates and legal practices reveals the following essential components: 1. Key Structural Elements A standard agreement typically includes: Identitas Para Pihak (Party Identity):
Full names, ID numbers (NIK), job titles, and addresses of the First Party (payer) and Second Party (recipient/mediator). Objek Perjanjian (Agreement Object):
A clear description of the specific project or transaction (e.g., "Pembangunan Proyek Wood Pellet"). Besaran Fee (Fee Amount):
Usually expressed as a percentage of the total contract value (e.g., 5% or 7.5%) or a fixed nominal amount. Mekanisme Pembayaran (Payment Mechanism):
Defines when the fee is paid—typically after the First Party receives a Down Payment or milestone payment from the client. Masa Berlaku (Validity Period):
The commitment usually lasts as long as the main contract or Memorandum of Understanding (MoU) is active. 2. Deep Review & Practical Tips Legal Standing:
In Indonesia, for a commitment fee agreement to be considered strong in court, it should be signed over a
(legal stamp). For high-value transactions, having the document notarized adds significant legal weight. Clarity on "Success":
The "Success Fee" clause must explicitly define what constitutes a "successful" transaction to avoid disputes over whether the mediator's job is complete. Formatting Matters: When creating this document in software like MS Word, use A4 portrait orientation with standard margins. Use the to align colons for a professional, readable layout. 3. Common Variations Templates often differ based on the industry: Mediator Proyek: For construction or government tenders. Jual Beli Tanah: Focused on property transactions. Fee Marketing: Standard for sales-based referrals. template draft
for a particular type of transaction, such as real estate or a construction project? Surat Perjanjian Komitmen Fee1 | PDF - Scribd
Surat perjanjian commitment fee (atau komisi) biasanya digunakan untuk mengikat kesepakatan antara pemilik proyek/barang dengan pihak penghubung (mediator/agen). Surat ini berfungsi sebagai jaminan hukum bahwa mediator akan menerima imbalan setelah transaksi berhasil.
Berikut adalah draf lengkap dengan fitur utama (full feature) yang mencakup identitas, nilai komisi, mekanisme pembayaran, hingga penyelesaian sengketa. SURAT PERJANJIAN KOMITMEN FEE Nomor: [Nomor Surat/Internal/Bulan/Tahun]
Pada hari ini, [Hari], tanggal [Tanggal] bulan [Bulan] tahun [Tahun], bertempat di [Lokasi City], kami yang bertandatangan di bawah ini:
Nama: [Nama Lengkap]Jabatan: [Jabatan, misal: Direktur/Pemilik]Alamat: [Alamat Lengkap]No. KTP: [Nomor KTP]Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama [Nama Perusahaan], selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.
Nama: [Nama Lengkap Mediator]Pekerjaan: [Pekerjaan/Profesi]Alamat: [Alamat Lengkap]No. KTP: [Nomor KTP]Dalam hal ini bertindak sebagai perorangan/mediator, selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.
Para Pihak sepakat untuk mengadakan perjanjian komitmen fee dengan ketentuan sebagai berikut: Pasal 1: Objek Kerjasama
PIHAK PERTAMA memberikan kuasa kepada PIHAK KEDUA sebagai mediator/penghubung untuk membantu proses transaksi [Sebutkan Proyek/Barang, misal: Penjualan Lahan/Proyek Konstruksi] yang berlokasi di [Alamat Objek] dengan total nilai transaksi sebesar Rp [Nilai Transaksi]. Pasal 2: Nilai Komitmen Fee
Atas jasa PIHAK KEDUA, PIHAK PERTAMA berkomitmen memberikan imbalan (fee) sebesar:
Persentase: [Misal: 2,5%] dari total nilai kontrak/penjualan.
Nilai Nominal: Rp [Jumlah dalam Angka] (Terbilang: [Jumlah dalam Huruf] Rupiah). Pasal 3: Mekanisme Pembayaran
Pembayaran fee dilakukan setelah PIHAK PERTAMA menerima pembayaran/pelunasan dari pihak pembeli/investor. Pembayaran akan ditransfer ke rekening PIHAK KEDUA: Nama Bank: [Nama Bank] Nomor Rekening: [No. Rekening] Atas Nama: [Nama Pemilik Rekening] Pasal 4: Jangka Waktu & Kerahasiaan
Perjanjian ini berlaku selama proses transaksi berlangsung hingga pelunasan imbalan selesai.
Kedua belah pihak wajib menjaga kerahasiaan isi perjanjian ini dari pihak ketiga manapun tanpa persetujuan tertulis. Pasal 5: Penyelesaian Sengketa
Apabila terjadi perselisihan, Para Pihak akan menyelesaikannya secara musyawarah mufakat. Jika tidak tercapai kesepakatan, maka akan diselesaikan melalui jalur hukum di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri [Sebutkan Kota].
Demikian surat perjanjian ini dibuat dalam 2 (dua) rangkap asli bermaterai cukup yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA (Meterai 10.000) (Tanda Tangan) ([Nama Jelas/Stempel]) ([Nama Jelas]) Tips Penting dalam Membuat Surat Ini:
Gunakan Meterai: Sesuai aturan terbaru, gunakan meterai Rp 10.000 agar dokumen memiliki kekuatan hukum di pengadilan.
Detail Objek: Pastikan deskripsi barang atau proyek sangat spesifik (misal: luas tanah, nomor sertifikat, atau nama proyek pemerintah) untuk menghindari multitafsir.
Saksi: Jika nilai transaksi sangat besar, sangat disarankan menambahkan minimal 2 (dua) orang saksi yang ikut menandatangani surat tersebut.
Apakah Anda memerlukan draf khusus untuk sektor tertentu seperti properti atau proyek konstruksi?
Surat Perjanjian Komitmen Fee Royalti | PDF | Hukum - Scribd
Berikut adalah panduan dan contoh Surat Perjanjian Commitment Fee yang umum digunakan dalam transaksi bisnis, properti, atau pendanaan. Apa itu Commitment Fee?
Commitment Fee adalah sejumlah uang yang dibayarkan oleh satu pihak (misalnya pembeli/debitur) kepada pihak lain (misalnya penjual/kreditur) sebagai tanda keseriusan untuk mengikatkan diri dalam sebuah transaksi atau perjanjian utama (seperti jual beli tanah, proyek, atau pinjaman). Fungsi Surat Perjanjian Commitment Fee:
Mengunci Kesepakatan: Memastikan pihak penjual tidak menjual aset ke pihak lain dalam jangka waktu tertentu. Tanda Serius: Membuktikan niat baik pembeli.
Kepastian Hukum: Mengatur konsekuensi jika salah satu pihak wanprestasi (membatalkan sepihak). Komponen Penting dalam Surat Identitas lengkap para pihak (Pihak Pertama dan Kedua). Objek perjanjian (barang/proyek/nominal dana). Nominal Commitment Fee. Jangka waktu commitment.
Konsekuensi pembatalan (apakah fee hangus atau dikembalikan). Contoh Surat Perjanjian Commitment Fee SURAT PERJANJIAN COMMITMENT FEE
Pada hari ini, [Hari, Tanggal], bertempat di [Kota], kami yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: [Nama Lengkap]NIK: [Nomor KTP]Alamat: [Alamat Lengkap]Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA (Penjual/Penerima Dana).
Nama: [Nama Lengkap]NIK: [Nomor KTP]Alamat: [Alamat Lengkap]Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA (Pembeli/Pemberi Dana).
Para Pihak terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut:
Bahwa Pihak Pertama adalah pemilik sah atas [Sebutkan Objek: misal Tanah/Proyek] yang berlokasi di [Alamat Objek].
Bahwa Pihak Kedua bermaksud untuk membeli/mengerjakan proyek tersebut.
Berdasarkan hal tersebut, Para Pihak sepakat untuk membuat perjanjian Commitment Fee dengan ketentuan:
PASAL 1: NOMINAL COMMITMENT FEEPihak Kedua menyerahkan Commitment Fee sebesar Rp[Jumlah Angka] ([Jumlah dalam Huruf] Rupiah) kepada Pihak Pertama. Pembayaran dilakukan secara [Tunai/Transfer ke Rekening No: ...] pada tanggal penandatanganan surat ini. PASAL 2: TUJUAN DAN JANGKA WAKTU
Commitment Fee ini bertujuan sebagai tanda keseriusan Pihak Kedua untuk melanjutkan transaksi [Jual Beli/Proyek].
Pihak Pertama berjanji tidak akan menawarkan objek tersebut kepada pihak lain selama jangka waktu perjanjian ini berlaku.
Perjanjian ini berlaku selama [Jumlah] hari, terhitung sejak [Tanggal Mulai] sampai dengan [Tanggal Berakhir]. PASAL 3: KONSEKUENSI PEMBATALAN (WANPRESTASI)
Jika Pihak Kedua membatalkan sepihak sebelum jangka waktu berakhir, maka Commitment Fee dinyatakan hangus dan menjadi hak Pihak Pertama.
Jika Pihak Pertama membatalkan sepihak atau menjual objek kepada pihak lain selama jangka waktu, maka Pihak Pertama wajib mengembalikan Commitment Fee kepada Pihak Kedua sebesar 2x lipat (atau sesuai kesepakatan) dalam waktu [Jumlah] hari.
PASAL 4: PENYELESAIAN SENGKETAApabila terjadi perselisihan, Para Pihak sepakat menyelesaikannya secara musyawarah. Jika tidak tercapai, akan diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku.
Demikian surat perjanjian ini dibuat dengan kesadaran penuh tanpa paksaan, ditandatangani di atas meterai yang cukup. [Kota], [Tanggal] PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA (Meterai 10.000) (Nama Lengkap) (Nama Lengkap) Tips Penting
Gunakan Meterai: Agar memiliki kekuatan pembuktian yang lebih kuat di pengadilan.
Detail Konsekuensi: Pastikan pasal mengenai pembatalan (Pasal 3) tertulis jelas, apakah fee hangus atau dikembalikan (refund), untuk menghindari perdebatan.
Transfer Bank: Usahakan pembayaran Commitment Fee melalui transfer bank agar ada bukti transaksi yang sah.
Untuk memastikan surat perjanjian ini sesuai dengan kebutuhan Anda, silakan beritahu saya:
Apa objek perjanjiannya? (Jual beli tanah, rumah, atau proyek bisnis?)
Apa kesepakatan pembatalannya? (Apakah fee hangus jika pembeli batal, atau dikembalikan jika penjual batal?) Apakah ada jangka waktu khusus untuk pelunasan transaksi?
Surat perjanjian commitment fee adalah dokumen hukum yang menjamin pembayaran komisi atau imbalan jasa kepada mediator, agen, atau perantara setelah suatu transaksi berhasil dilaksanakan. Dokumen ini berfungsi sebagai pengikat kepercayaan antara pihak pemberi tugas dan penerima tugas agar hak-hak finansial tetap terjaga.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai komponen penting, fungsi, serta contoh surat perjanjian commitment fee yang profesional. Pentingnya Surat Perjanjian Commitment Fee
Dalam dunia bisnis, peran "penghubung" sangatlah vital. Seringkali transaksi besar terjadi karena bantuan pihak ketiga yang mempertemukan pembeli dan penjual. Tanpa surat perjanjian yang jelas, risiko perselisihan terkait besaran komisi atau waktu pembayaran sangat tinggi. Manfaat utama surat ini meliputi:
Kepastian Hukum: Menjadi bukti otentik jika terjadi sengketa di kemudian hari.
Transparansi: Memperjelas besaran persentase atau nominal yang akan diterima.
Perlindungan Hak: Menjamin mediator tetap mendapatkan haknya meski transaksi selesai tanpa kehadirannya di tahap akhir.
Profesionalisme: Meningkatkan kepercayaan antar kedua belah pihak. Komponen Utama dalam Surat Perjanjian
Agar surat perjanjian sah secara hukum dan kuat di mata pengadilan, beberapa elemen berikut wajib dicantumkan:
Identitas Para Pihak: Nama lengkap, NIK, alamat, dan jabatan dari Pihak Pertama (Pemberi Fee) dan Pihak Kedua (Penerima Fee).
Objek Perjanjian: Penjelasan mengenai transaksi apa yang sedang dilakukan (misalnya jual beli lahan, proyek konstruksi, atau pengadaan barang).
Besaran Fee: Nominal pasti atau persentase dari nilai transaksi. Membuat contoh surat perjanjian commitment fee yang benar
Mekanisme Pembayaran: Kapan fee dibayarkan (misalnya setelah DP cair atau setelah pelunasan) dan melalui metode apa (transfer bank).
Masa Berlaku: Jangka waktu perlindungan komisi bagi mediator.
Penyelesaian Sengketa: Klausul mengenai cara penyelesaian masalah, baik secara musyawarah maupun melalui jalur hukum (Pengadilan Negeri). Contoh Surat Perjanjian Commitment Fee
Berikut adalah draf sederhana yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan transaksi Anda: SURAT PERJANJIAN COMMITMENT FEE
Pada hari ini, [Hari/Tanggal], yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: [Nama Lengkap]NIK: [Nomor KTP]Alamat: [Alamat Lengkap]Dalam hal ini bertindak sebagai Pemberi Tugas, selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.
Nama: [Nama Lengkap]NIK: [Nomor KTP]Alamat: [Alamat Lengkap]Dalam hal ini bertindak sebagai Mediator/Perantara, selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.
Kedua belah pihak dengan ini sepakat untuk mengadakan perjanjian commitment fee dengan ketentuan sebagai berikut:
PASAL 1: OBJEK KERJA SAMAPIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA untuk menjadi mediator dalam transaksi [Sebutkan Jenis Transaksi, misal: Penjualan Tanah seluas 1.000m2 di Lokasi X] dengan nilai transaksi sebesar Rp [Jumlah Nominal].
PASAL 2: BESARAN COMMITMENT FEEAtas jasa perantara yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA, PIHAK PERTAMA setuju untuk memberikan imbalan (commitment fee) sebesar [Persentase]% atau senilai Rp [Nominal] dari total nilai transaksi yang terealisasi.
PASAL 3: MEKANISME PEMBAYARANPembayaran commitment fee akan dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA selambat-lambatnya [Jumlah] hari kerja setelah PIHAK PERTAMA menerima pembayaran dari pihak pembeli/investor. Pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening: Nama Bank: [Nama Bank] Nomor Rekening: [Nomor Rekening] Atas Nama: [Nama Pemilik Rekening]
PASAL 4: KERAHASIAANKedua belah pihak wajib menjaga kerahasiaan isi perjanjian ini serta data-data transaksi dari pihak luar manapun tanpa izin tertulis.
PASAL 5: PENUTUPDemikian surat perjanjian ini dibuat dalam rangkap dua, masing-masing bermaterai cukup dan memiliki kekuatan hukum yang sama, untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. [Kota], [Tanggal] PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA (Meterai 10.000) [Nama Terang] [Nama Terang] Tips Sebelum Menandatangani Perjanjian
💡 Gunakan Meterai: Pastikan tanda tangan mengenai meterai 10.000 agar dokumen memenuhi syarat pembuktian di pengadilan.💡 Cek Validitas Data: Pastikan nomor rekening dan data KTP sudah sesuai untuk menghindari salah transfer atau kendala identitas.💡 Saksi: Jika nilai transaksinya besar, sebaiknya hadirkan saksi dan mintalah mereka turut menandatangani dokumen tersebut.
Dengan adanya surat perjanjian commitment fee yang jelas, kerja sama antara pemilik modal dan perantara dapat berjalan dengan harmonis dan saling menguntungkan.
Jika Anda ingin menyesuaikan isi pasal atau memerlukan draf untuk jenis proyek tertentu (seperti tender proyek pemerintah atau jual beli alat berat), beri tahu saya agar saya bisa membuatkan versi yang lebih spesifik.
Berikut adalah contoh surat perjanjian commitment fee:
SURAT PERJANJIAN COMMITMENT FEE
Nomor: [Nomor Surat]
Tanggal: [Tanggal Surat]
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Dengan ini menyatakan bahwa:
Pasal 1: Definisi
Pasal 2: Fasilitas Kredit
Pihak Pertama dengan ini menyatakan kesediaannya untuk menyediakan Fasilitas Kredit kepada Pihak Kedua sebesar [Jumlah Fasilitas Kredit].
Pasal 3: Commitment Fee
Pihak Kedua dengan ini menyatakan kesediaannya untuk membayar Commitment Fee kepada Pihak Pertama sebesar [Jumlah Commitment Fee] atau **[Persentase Commitment Fee]% dari jumlah Fasilitas Kredit.
Pasal 4: Pembayaran Commitment Fee
Pihak Kedua wajib membayar Commitment Fee kepada Pihak Pertama dalam waktu [Waktu Pembayaran] hari kalender sejak tanggal perjanjian ini ditandatangani.
Pasal 5: Kegunaan Commitment Fee
Commitment Fee yang dibayar oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama digunakan sebagai ganti atas kesediaan Pihak Pertama untuk menyediakan Fasilitas Kredit kepada Pihak Kedua.
Pasal 6: Persyaratan dan Ketentuan
Pihak Kedua wajib memenuhi semua persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan oleh Pihak Pertama untuk memanfaatkan Fasilitas Kredit.
Pasal 7: Penutup
Perjanjian ini berlaku efektif sejak tanggal ditandatangani dan dapat berakhir apabila Pihak Kedua telah memenuhi semua kewajiban dan ketentuan yang ditetapkan oleh Pihak Pertama.
Dengan ini menyatakan bahwa kami telah membaca, memahami, dan menyetujui isi perjanjian ini.
Ttd,
Pihak Pertama
[Nama Pihak Pertama]
Pihak Kedua
[Nama Pihak Kedua]
Tanggal: [Tanggal Surat]
Namun perlu diingat bahwa contoh surat perjanjian di atas hanya sebagai referensi dan tidak dapat digunakan secara langsung tanpa berkonsultasi dengan ahli hukum atau notaris. Pastikan Anda memahami dan memenuhi semua persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
Surat perjanjian komitmen fee (commitment fee) adalah dokumen tertulis yang menyatakan kesediaan salah satu pihak (biasanya pemilik aset atau pemberi kerja) untuk memberikan imbalan atau komisi kepada pihak lain (mediator/perantara) setelah tujuan bisnis tertentu tercapai.
Berikut adalah fitur utama dan struktur standar yang harus ada dalam surat perjanjian tersebut: Struktur Utama Surat Perjanjian management fee agreement - IDX
Berikut adalah contoh surat perjanjian Commitment Fee (Biaya Komitmen) dalam bahasa Indonesia. Surat ini umum digunakan dalam konteks pendanaan, pinjaman, atau kerja sama investasi di mana satu pihak menyediakan fasilitas kredit atau modal, dan pihak lain membayar biaya sebagai imbalan atas kesiapan dana tersebut.
PERJANJIAN COMMITMENT FEE
Nomor: [001/CF/XX/2024]
Pada hari ini, [Hari], tanggal [Tanggal], tahun [Tahun], kami yang bertanda tangan di bawah ini:
1. PIHAK PEMBERI KOMITMEN (Kreditur / Pemberi Dana)
Nama : [Nama Lengkap / Perusahaan Pemberi Dana]
Jabatan : [Jabatan, jika perusahaan]
Alamat : [Alamat Lengkap]
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.
2. PIHAK PENERIMA KOMITMEN (Debitur / Pemohon Dana)
Nama : [Nama Lengkap / Perusahaan Pemohon Dana]
Jabatan : [Jabatan, jika perusahaan]
Alamat : [Alamat Lengkap]
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.
Para pihak menyatakan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut:
Dengan ini para pihak sepakat untuk mengikatkan diri dalam perjanjian ini dengan ketentuan sebagai berikut.
Pasal 1 – Besaran dan Cara Pembayaran Commitment Fee
Pasal 2 – Jangka Waktu Komitmen
Pasal 3 – Hak dan Kewajiban
Pasal 4 – Force Majeure
Para pihak tidak dapat dituntut apabila terjadi keterlambatan atau kegagalan pemenuhan kewajiban akibat keadaan di luar kemampuan (force majeure) seperti bencana alam, perang, kebakaran, atau perubahan kebijakan pemerintah yang signifikan.
Pasal 5 – Penyelesaian Sengketa
Segala perselisihan yang timbul dari perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah. Jika tidak tercapai kesepakatan, para pihak memilih domisili hukum tetap di Pengadilan Negeri [Kota].
Pasal 6 – Lain-lain
Demikian perjanjian ini dibuat dengan kesadaran penuh tanpa paksaan dari pihak manapun.
[Tempat, Tanggal]
PIHAK PERTAMA
(Pemberi Komitmen)
[Materai 10.000]
(_____________________)
[Nama Jelas & Tanda Tangan]
PIHAK KEDUA
(Penerima Komitmen)
[Materai 10.000]
(_____________________)
[Nama Jelas & Tanda Tangan] Berikut adalah contoh Surat Perjanjian Commitment Fee yang
Banyak pelaku usaha mengabaikan dokumen ini dan hanya mengandalkan term sheet atau offer letter dari bank. Padahal, surat perjanjian terpisah untuk commitment fee memiliki fungsi vital: